Senin, 11 Februari 2008

Curhat

Halo friends gimana kabarnya baik-baik aja kan ?
oh ya gue saat ini lagi memperhatikan tingkah teman-teman gue yang lagi usah banget buat ngedapetin jodoh. ada yang usaha lewat chatting, ada yang mengharapkan pangeran jatuh dari langit ada yang berharap bisa cinlok, ada yang berharap bisa CLBK ( Cinta lama bersemi kembali). yah pokoknya unik deh gimana perjuangan dan harapan mereka untuk mendapatkan belahan jiwa. hal inilah yang gue alami 3 tahun lalu, hingga akhirnya setelah gue pasrah barulah gue menemukan suami gue. dulu setiap doa gue selalu berharap agar mendapatkan jodoh terbaik yang pernah Tuhan berikan untuk gue. Alhamdulilah gue udah mendapatkannya. menurut gue suami gue itu pria luar biasa yang paling baik yang pernah gue temui. bayangkan saja ketika istrinya ngantuk dia dengan penuh sabar mengendong anak kita yang masih 10 bulan, dia gendong, dorong-dorong dengan kereta dorong hingga anak kita tertidur pulas. dia bahkan gak jijik untuk membersihkan e,e nya, dia juga pintar memasak dan pintar mijitin istri dan anaknya. he he he tapi bukan berarti dia mahluk sempurna, gue juga pernah kok di marahin lantaran kesembronoan gue. he he he. dari sini gue semakin sadar kalau Allah Maha Adil, istri yang pemalas, cuek yang rada-rada preman, mendapatkan suami yang sabar, rajin, pengertian, dewasa dan pendiam. Tapi jangan salah kalau orang pendiam kalau marah serem juga loh he he he.
well gue bukan maksud promosiin kelebihan suami gue, tapi gue hanya ingin kasih suport atau inspirasi buat para lajang, bahwa jangan pernah bosan untuk terus berdoa sama Allah supaya kita diberikan pasangan yang terbaik. Tuhan itu tidak pernah tidur, apa yang kita inginkan InsyaAllah akan dikabulkan. pertemuan dengan jodoh mungkin unik dan menarik, jadi bagi kalian yang punya pengalaman unik atau menarik dan lucu ketemu dengan jodohnya bisa sharing di sini, kita berbagai pengalaman. supaya para lajang jangan putus asa untuk mencari pasangan jiwanya.
salam
windy

berbagi pengalaman

dear friends yang udah buka blog gue thanks ya,
jangan lupa nantikan buku gue selanjutnya pasti seru dan sarat ilmu loh he he bukan promosi sekedar pemberitahuan.

Well berhubung ada yang minta gue berbagi pengalaman sebagai jurnalis. oke gue ceritakan sedikit. gue sejak tahun 2000 sudah terjun di dunia jurnalistik, saat itu gue belum lulus kuliah. mengawali karier sebagai anak magang di sebuah majalah wanita terbitan jakarta. Awalnya susah karena belum punya pengalaman sama sekali, tapi gue terus belajar hingga akhirnya pengalaman mengajari gue banyak hal termasuk tentang kehidupan.
dulu disaat gue belum terjun di dunia jurnalistik gue sangat ngefans sama artis yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik. gue melihat kehidupan mereka serba glamour. tapi semua sirna begitu gue terjun sebagai reporter ternyata mereka sam saja seperti kita suka makan nasi he he he just kidding. maksud gue ternyata mereka berbeda dari apa yang gue pikirkan selama ini. kalau kita kita di infotainment mereka begitu ramah pada wartawan kenyataannya gak gitu banyak artis yang gue temui dan gue wawancarai judes dan jaim banget. ada yang sok ngartis, ada yang belagu tapi banyak juga yang low profile.
ada beberapa deretan artis papan atas yang gue kira sebelumnya ramah dan bijaksan ternyata judes deh ampun deh, ada yang gue kira judes ternyata baik banget. yah itulah artis juga manusia dia juga punya sifat-sifat alamiah yang sering kali di tutupin di depan tv. tapi buat kita sebagai wartawan media cetak justru kelihatn banget yang ramahnya beneran sama yang keramahannya di bikin-bikin.
pengalaman gue wawancara artis banyak banget gak ke hitung tapi buat gue sam saja gak terlalu terkesan buat gue. justru gue belajar banyak tentang kehidupan dari orang biasa, dari mereka gue belajar bagaimana mereka bisa bertahan di tengah pahit getirnya kehidupan.
selain itu gue juga banyak belajar dari para pengusaha khususnya perempuan yang memulai usaha di rumah. ternyata untuk memulai usaha tak semudah membalik telapak tangan, tapi asalkan kita punya semangat, kemampuan dan modal kita bisa kok sukses.
buat teman-teman yang mau belajar banyak dan haus akan wawasan kayanya cocok jadi wartawan, tapi juga harus tahan banting, sebab media massa di indonesia itu naik turun jadi harus punya keahlian lain untuk tetap bertahan. misalnya kaya gue selain jadi wartawan juga penulis buku sampingannya, terus kaya teman gue selain jadi fotografer di majalah dia juga menerima job sampingan foto kawinan. hari ini biaya hidup sangat mahal jadi kita harus pintar-pintar mencari lahan garapan sampingan. oke sukses untuk semuanya yang udah baca blog gue.
salam
windy